Dalam diskusi kecil, Rasulullah SAW pernah bertanya kepada para sahabat. "Siapakah yang kalian orang bangkrut ? ". Jawabannya persis barangkali dengan mayoritas kita. Para sahabat menjawab : " Merekalah yang tidak memiliki harta dan aset ". Ummat islam rahimakumullah, Rasullullah memberi jawaban, orang yang bangkrut adalah seorang muslim, shalat dia laksanakan, puasa dia jalankan, haji dan zakat begitupula. Namun ia juga melakukan kemaksiatan yang setimpal dengan amal shalihnya. Rasulullah menyebutkan lima hal maksiat yang, diantaranya menyakiti hati sesama muslim, mencela dan sebagainya.
Ummat muslimin rahimakumullah, inilah yang disebut 'kebangkrutan'. Seorang muslim beramal shalih dan maksiat secara bersamaan. Akibatnya perbuatan maksiat menggerogoti amal shalihnya dan impas, habis sama sekali. Ia datang pada hari kiamat tanpa membawa kebaikan.
Kesimpulan :
Pertama, Rasulullah SAW mengajarkan islam dengan cara diskusi, bukan dogmatisasi.
Kedua, maksiat dapat menghapuskan pahala amal shalih.
Ketiga, diperlukan penjagaan terhadap amal shalih yang telah kita lakukan dengan menghindari maksiat. (Ust. Ulil Amri, MA)
”Keutamaan 10 hari Terakhir”
”Makna Sillaturrahim”
”Nilai-Nilai Shaum Setelah Ramadhan”
”Sendi-Sendi Kebangkitan Islam”
”Kembali kepada Allah”