Dua nikmat yang mayoritas kita sering lupa, yaitu kesehatan dan waktu longgar. Seringkali kita baru sadar kedua hal tersebut saat kita tertimpa kesusahan. Saat sakit kita baru ingat kita belum sempat beramal ini itu, begitujuga saat dilanda kesibukan yang hebat, barulah ingat belum silaturahmi kepada saudara-saudara, kerabat, orang tua.
Ikhwani fillah, begitu banyak kesempatan, begitu banyak peluang. Namun ternyata kita banyak menyesal karena kesempatan dan peluang hilang begitu saja. Inilah kuncinya : " Jangan menunda lagi ". Dalam Al-Qur'an terdapat banyak sekali dorongan untuk bersegera dalam kebaikan, berlomba-lomba dalam kebaikan. Dan bahkan orang yang menunda-nunda atau dapat dikatakan malas disebutkan dalam Al-Qura'an merupakan perbuatan munafiqin. " Dan jika mereka (munafiqun) bangkit kepada shalat, mereka bangkit dalam keadaan malas".
Sahabat Umar bin Khatab ra pernah berkata : " Jika engkau berada waktu pagi, maka jangan tunggu waktu sore. Jika engkau di waktu sore, maka jangan tunggu lagi hingga pagi hari. Gunakanlah waktu sehatmu untuk persiapan waktu sakitmu. Dan waktu hidupmu bagi kematianmu ". (Ust. Dzikrullah).
”Keutamaan 10 hari Terakhir”
”Makna Sillaturrahim”
”Nilai-Nilai Shaum Setelah Ramadhan”
”Sendi-Sendi Kebangkitan Islam”
”Kembali kepada Allah”