Setiap manusia memiliki qarin, dan setan merupakan qarin yang terburuk untuk manusia. Lantas apakah 'qarin' itu sendiri ? secara istilah qarin adalah teman yang menyertai. Rasulullah pernah ditanya oleh para sahabat. " Apakah engkau juga memiliki qarin ya Rasulallah ? " Rasul menjawab bahwa beliau juga memiliki qarin, tetapi qarin beliau selalu mengajak kepada kebaikan yang benar.
Umat islam, perihal qarin ini, perlu kita ketahui bahwa setiap kita memiliki pembisik, pemotivasi dan pengajak dalam diri kita. Inilah yang dinamakan qarin. Jika qarin kita shalih, makan kita juga akan diajak untuk banyak beramal shalih. Begitu pula sebaliknya. Indikasinya adalah kemudahan menuju antara kebajikan ataukah kedhaliman ? jika lebih mudah menuju kedhaliman, maka waspadalaih kemungkinan Qarin yang menyesatkan.
Yang perlu umat islam garis bawahi adalah bagaimana kita harus menghindari qarin yang menyesatkan ini. Allah SWT berfirman " Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Ar-Rahman, niscaya akan kami gandengkan dia dengan syaithon, sehingga ia (syaithon) menjadi qarinnya ". Kuncinya hanya satu, selalu ingat kepada Allah, berdzikir, bermunajat dan mentadarus Al-Qur'an. Sudah jelas disebutkan dalam firman Allah diatas, barangsiapa yang perpaling atau enggan mengingat Allah, secara otomatis Allah akan lebih mendekatkan dia kepada Syaithon. Akibatnya ia jadi malas ibadah, beramal shalih hingga fatalnya ia akan masuk ke neraka bersama qarinnya. Nauzubillah min syarri zalik. (H. Abdullah Amin)
”Keutamaan 10 hari Terakhir”
”Makna Sillaturrahim”
”Nilai-Nilai Shaum Setelah Ramadhan”
”Sendi-Sendi Kebangkitan Islam”
”Kembali kepada Allah”