Rasulullah SAW pernah diminta nasehat oleh salah seorang sahabatnya. Namun jawaban Nabi berulang-ulang "Janganlah kamu marah !!". Marah merupakan luapan emosi sesoarang sebagai bentuk respon terhadap gangguan atau tindakan yang mempengaruhi dirinya. Adakalanya marah bersifat positif namun lebih banyak negatifnya.
Begitu pentingnya menahan marah hingga Rasulullah pernah mengatakan " Bukanlah pegulat yang dinamakan orang kuat, namun orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah ". Dalam hadist lain bahkan disebutkan masuk dari 4 komponen yang dapat menjamin seseorang terjaga dari neraka dan dirindukan surga. Subhanallah.
Telah banyak madharat disebabkan oleh marah yang tidak dikontrol. Orang yang sedang marah selalu membenarkan tindakannya meskipun salah. Ada beberapa tips untuk menghindarkan diri dari kemarahan, yaitu : banyak membaca istighfar, dapat juga dengan membiasakan berwudhu, sebab marah berasal dari syaiton, sedangkan syaithon berasal dari api. Dalam riwayat lain juga disebutkan dapat menghindarkan amarah dengan cara berpindah tempat, atau dengan kata lain menghidari musabab-musabab kemarahan. (Ust. Dzikrullah)
”Keutamaan 10 hari Terakhir”
”Makna Sillaturrahim”
”Nilai-Nilai Shaum Setelah Ramadhan”
”Sendi-Sendi Kebangkitan Islam”
”Kembali kepada Allah”