20/05/10 > Kelebihan Islam dalam Memandang Haid

Kamis, 20 Mei 2010 13:20 Portal Muhajirien
Cetak PDF

Al-Quran merupakan kitab suci yang sangat universal. Bukan hanya masalah peribadahan saja yang tercakup di dalamnya. Masalah politik, ekonomi serta sosial juga tercakup di dalamnya. Namun jangan lupa, Islam juga membahas hal yang terlihat sepele dan hina dalam pandangan masyarakat jaman itu. Tetapi sesungguhnya memiliki makna yang luar biasa dalam. Salah satunya adalah " Mahidh " atau masa-masa perempuan haidh dan tempat haidh.

Dalam Al-Qur'an disebutkan, yang secara langsung artinya bahwa para sahabat menanyakan kepada Rasulullah tentang masalah "mahidh". Allah berfirman bahwa haidh adalah 'adza' atau gangguan kecil. Sepintas definisi ini terlihat sepele oleh kita. Namun bila kita telusuri sejarah turunnya ayat ini. Akan tersimpul makna besar dibaliknya.

Pada saat Rasulullah SAW hidup di Madinah, masyarakat Islam bertempat tinggal berdampingan dengan masyarakat Yahudi dan Nasrani. Kedua kaum tersebut memiliki tradisi yang bertolak belakang ketika para istri sedang haidh. Kaum yahudi sangat antipati pada perempuan yang sedang haid. Perempuan yang sedang haid disingkirkan, bahkan tidak boleh ikut makan bersama. Para suami enggan makan masakan istri yang sedang haid.

Sementara kaum nasrani justru sebaliknya. Mereka menganggap haid ataukah tidak sama saja. Mereka juga tetap menggauli istri sementara mereka dalam keadaan haid. Padahal secara fitrah haid muncul sebagai fitrah seorah wanita. Dalam banyak hal, saat mengalami haid, perempuan mendapat banyak kendala, terutama secara fisik.

Islam memberi solusi tengahnya, tidak mengucilkan perempuan haid, namun juga tidak membiarkan para suami tetap menggauli istri saat mereka sedang haid. Islam melarang para suami menggauli istri saat mereka haid, dan baru diperbolehkan saat istri mereka telah bersuci. Sungguh adil Islam. Secara sekilas masalah haid memang hina dan sepele. Namun secara global justru Islam menunjukkan jati dirinya sebagai agama yang manusiawi dan menghormati perempuan. Wallahu a'lam

Audio Islami

Make sure you have at least Flash Player 7. If not,please download.
  • Prof. DR. Qomari Anwar
    September 10, 2010 (12:00 AM - 1:00 AM)
    (Default) (Khutbah Jum'at)

    ”Keutamaan 10 hari Terakhir”

  • DR. H. Mukhlis Hanafi
    September 17, 2010 (12:00 AM - 1:00 AM)
    (Default) (Khutbah Jum'at)

    ”Makna Sillaturrahim”

  • H. Salimin Dani, Lc., MA
    September 24, 2010 (12:00 AM - 1:00 AM)
    (Default) (Khutbah Jum'at)

    ”Nilai-Nilai Shaum Setelah Ramadhan”

  • H. Zamiril Ali Husaini, Lc., MA
    Oktober 01, 2010 (12:00 AM - 1:00 AM)
    (Default) (Khutbah Jum'at)

    ”Sendi-Sendi Kebangkitan Islam”

  • KH. Memet Djunet Ashiddiqi
    Oktober 08, 2010 (12:00 AM - 1:00 AM)
    (Default) (Khutbah Jum'at)

    ”Kembali kepada Allah”