Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang shalatnya tidak mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia tidak akan bertambah dekat kepada Allah, bahkan ia akan tambah jauh dariNya.”; “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”
(QS. Ath-Talaaq [65] : 2-3).
Maka untuk itu, seharusnya kita berusaha agar akhlak kita sesuai dengan apa yang dikehendakiNya, akhlak yang mendekatkan kepada ketakwaan. Yaitu dengan cara sebagai berikut :
1. Mencari ilmu (yang dapat membedakan mana akhlak yang baik dan mana yang buruk). Walaupun sesungguhnya setiap manusia memiliki naluri yang sama untuk menilai suatu perbuatan, apakah itu baik atau buruk. Karena akhlak adalah fitrah.
“Kebaikan itu adalah akhlak yang baik dan dosa itu adalah yang tidak nyaman dalam dirimu dan engkau tidak suka dilihat oleh orang lain.” (HR. Muslim).
2. Mengokohkan nilai-nilai iman. Keinginan berakhlak mulia yang selalu disandarkan karena Allah SWT, bukan karena sebab lain.
3. Melatih diri. Yaitu dengan cara memperbanyak ibadah sunnah, seperti shalat sunnah, puasa sunnah, dan lain-lain.
4. Bergaul dengan orang shaleh. Yaitu dengan mencari lingkungan yang baik dan meninggalkan lingkungan yang buruk.
5. Mengambil teladan yang baik.
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab [33] : 21).
6. Membiasakan diri untuk mau menerima nasehat yang baik.
Do'a Rasulullah, “Allahummahdinii ihsanil ahklak fainnahu laa yahdiil ahsaniha illa Anta, washrif annii sayyiahaa fainnahu laa yashrifu annii sayyiahaa illa Anta.” (Ya Allah, tunjukkanlah aku kepada akhlak yang baik, sesungguhnya tiada yang memberi petunjuk kepada akhlak yang baik kecuali Engkau. Palingkanlah aku dari akhlak yang buruk, sesungguhnya tiada yang memalingkan kecuali Engkau).
”Keutamaan 10 hari Terakhir”
”Makna Sillaturrahim”
”Nilai-Nilai Shaum Setelah Ramadhan”
”Sendi-Sendi Kebangkitan Islam”
”Kembali kepada Allah”